Friday, January 16, 2009


Friendship,semangat damai,kesetaraan dan survival memacu semangat untuk menjelajah Nusantara.Kekayaan budaya dan sumber daya alam,keindahan alam yang begitu beragam di Negeri Mutiara khatulistiwa,mungkin tidak akan bisa dilukiskan dengan untain kata.Naif jika rakyatnya berada dalam kemiskinan dan tidak bisa hidup dalam damai,setidaknya inilah kesan dalam buku Indonesian Achipelago yang aku baca sewaktu masih duduk dibangku SMP.Kesan inilah yang menjadi impianku menjelajah Indonesia,bukan sekedar sebuah pembuktian tapi juga mewujudkan impian seorang anak manusia.Aku yakin setiap manusia punya impian,seorang miskinpun punya impian karena orang yang tidak punya impian dialah orang yang miskin.Walau untuk mewujudkan impian terkadang memerlukan pengorbanan,bahkan menjadi bahan tertawaan orang.Sebutan "GILA"satu kata yang sering aku dengar dari orang - orang yang belum mengenal aku secara dekat,atau sebutan orang kurang kerjaan dan pekerjaan orang frustsi juga terlontar dari bibir mereka.Berbeda dengan orang - orang yang sudah mengenalku secara dekat,terutama bapakku.Walau tanpa kata - kata aku tahu pasti bapak selalu mendukung setiap langkah yang aku ambil.Aku ingat sewaktu minta ijin naik gunung Lawu bersama 4 orang teman tanpa didampingi senior padahal aku masih kelas 1 SMP.Bapak hanya bilang"Hati - hati".
seperti kali ini aku minta ijin untuk bersepeda keliling indonesia Beliau hanya bilang" Hati - hati".Hanya kekawatiran seorang ibu yang belum merelakan seorang anak pergi menjelajah tanpa bekal yang cukup dalam sebuah perjalanan panjang.Aku butuh berhari hari untuk mendapat ijin dari ibu,aku yakinkan bahwa aku mampu bertahan hidup walau tidak punya bekal uang yang cukup,karena bekal yang aku butuhkan hanya Doa restu dari Bapak dan Ibu.

bersambung.................................................

0 komentar:

Post a Comment